Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Bahlil Pastikan Optimalisasi Sumur Tua di Blora Buka Peluang Ekonomi Baru

badge-check


					Bahlil saat meninjau sumur migas Ledok, lapangan tua milik Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). Foto ESDM. Perbesar

Bahlil saat meninjau sumur migas Ledok, lapangan tua milik Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). Foto ESDM.

KABARBLORA.ID – Pemerintah terus mendorong produksi minyak nasional lewat optimalisasi sumur tua dan sumur rakyat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, skema ini bukan hanya untuk menaikkan lift minyak, tapi juga membuka peluang kerja dan menjaga legalitas kegiatan masyarakat.

“Agar lift (minyak) kita bisa naik, masyarakat kerja tidak dengan was-was. Tidak ada lagi oknum-oknum yang menakuti mereka, dijual ke Pertamina dengan harga yang baik, dan bisa melahirkan lapangan pekerjaan,” ujar Bahlil saat meninjau sumur migas Ledok, lapangan tua milik Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).

Diketahui, sumur tua adalah sumur minyak yang dibor sebelum 1970, pernah berproduksi, tapi kini tidak dikelola kontraktor aktif. Hal ini diatur dalam Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2008.

Sedangkan regulasi terbaru, Permen ESDM No. 14 Tahun 2025, membuka peluang bagi BUMD, koperasi, dan UMKM untuk ikut mengelola sumur marginal dengan prinsip keselamatan dan tata kelola yang baik.

“Yang penting adalah masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik, jadi tidak ada rasa was-was. Dan mereka legal, supaya lingkungannya kita jaga,” tegas Bahlil.

Produksi dan Dampak Ekonomi

Optimalisasi sumur tua dinilai efisien karena memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Pemerintah menargetkan produksi dari sumur tua dan sumur rakyat terus meningkat, menjadi penopang utama untuk mencapai target 1 juta barel minyak per hari.

“Setelah saya periksa, satu sumur masyarakat itu bisa mendapatkan tiga barel sampai dengan lima barel,” jelas Bahlil.

Ia menuturkan satu barel setara 159 liter. Dengan asumsi harga ICP USD70 per barel dan porsi bagi hasil 70%, satu barel menghasilkan sekitar USD49. Jadi dalam sehari, satu sumur bisa mendatangkan sekitar USD150 atau lebih dari Rp 2 juta.

Lebih dari itu, pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat mampu menyerap tenaga kerja.

“Satu sumur tenaga kerjanya bisa 10 orang. Jadi ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terus pendapatan masyarakat perputaran ekonominya ada,” tambahnya.

Diketahui, di wilayah kerja Lapangan Cepu, ada delapan struktur sumur produksi aktif yang dikelola Pertamina EP bersama mitra lokal seperti KUD dan BUMD. Struktur itu meliputi Wonocolo, Dandangilo, Ngrayong, Ledok, Semanggi, Banyubang, Gegunung, dan Gabus.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Ekonomi