KABARBLORA.ID, Blora – Gerakan ekonomi berbasis desa di Kabupaten Blora makin konkret. Sebanyak 295 Koperasi Desa Merah Putih kini telah resmi terbentuk dan mengantongi badan hukum.
Kepastian itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, Margo Yuwono, Senin (23/6/2025).
“Selain sudah terbentuk, seluruh koperasi tersebut telah berbadan hukum dan disahkan melalui proses musyawarah desa,” ujar Margo.
Rinciannya, sebanyak 271 koperasi desa dan 24 koperasi kelurahan telah menyelesaikan proses legalitas serta administrasi kelembagaan secara tuntas.
Menurut Margo, koperasi ini disiapkan sebagai motor penggerak ekonomi lokal dengan menyasar sektor-sektor strategis seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha mikro.
“Koperasi Desa Merah Putih dirancang menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Lebih jauh, Margo menjelaskan bahwa koperasi-koperasi ini diharapkan menjadi wadah bagi warga desa untuk berproduksi, mengelola, dan menjual hasil usaha secara kolektif dan efisien.
“Koperasi ini diharapkan menjadi wadah warga desa untuk berproduksi, mengelola, dan menjual hasil usaha secara kolektif dan efisien,” terangnya.
Menurutnya, konsep koperasi ini tetap berpegang pada prinsip klasik: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Semangat gotong royong disebut sebagai “ruh utama” dalam pembentukannya.
Adapun pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga turut turun tangan, memberikan dukungan dari berbagai sisi.
“Dengan keterlibatan pemerintah pusat, koperasi desa diharapkan tumbuh sebagai lembaga ekonomi rakyat yang kuat dan berdaya saing,” lanjutnya.
Dikatakan, bentuk dukungan itu antara lain berupa fasilitasi usaha di sektor-sektor unggulan, pelatihan, pendampingan, serta kemudahan akses pembiayaan.
Ke depan, Margo menegaskan, pengelolaan koperasi tidak bisa asal jalan. Tata kelola profesional dan akuntabel menjadi kunci agar koperasi bisa berkelanjutan dan adaptif.
“Dengan manajemen yang sehat dan transparan, koperasi desa dapat memperkuat struktur ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Margo.
Ia juga menambahkan bahwa SDM berkualitas akan dilibatkan, termasuk lulusan perguruan tinggi dengan keahlian manajerial dan kewirausahaan.












