Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Bupati Blora Terima 101 Mahasiswa UNY untuk KKN di 5 Desa

badge-check


					Bupati Blora Terima 101 Mahasiswa KKN UNY. Foto Humas. Perbesar

Bupati Blora Terima 101 Mahasiswa KKN UNY. Foto Humas.

KABARBLORA.ID – Sebanyak 101 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) siap menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Blora. Mereka akan disebar ke sejumlah desa dan kelurahan di dua kecamatan, yakni Blora Kota dan Jepon.

Kehadiran para mahasiswa ini disambut langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, dalam acara penerimaan yang digelar di ruang rapat Bapperida Blora, Selasa (22/7/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Arief menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNY yang terus konsisten menempatkan mahasiswanya di Blora.

“Terima kasih Pak Rektor, Pak Wakil Rektor, dan seluruh civitas akademika UNY yang terus menjaga hubungan baik dengan kami. Kami berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut, tidak hanya berhenti di sini,” ujar Bupati.

Bupati menekankan bahwa kegiatan KKN harus dimaknai lebih dari sekadar tugas kampus. Ia mengajak mahasiswa untuk hadir sebagai agen perubahan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Saya minta adik-adik mahasiswa bisa memetakan apa saja yang menjadi potensi wilayah, termasuk juga persoalan dan tantangan yang ada di sana,” ungkapnya.

Mahasiswa KKN UNY ini akan ditempatkan di Kelurahan Bangkle, Kelurahan Kedungjenar, Kelurahan Jepon, serta Desa Jepangrejo dan Desa Plantungan.

Bupati Arief berharap, mahasiswa bisa menggali potensi unik dari tiap wilayah yang mereka tempati. Ia mencontohkan beberapa kekhasan lokal yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Kenali potensi itu, dampingi masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis lokal,” katanya.

Ia menyebut beberapa contoh yakni kopi santen di Jepangrejo, keripik tempe dan batik lokal di Kedungjenar, seni barongan di Bangkle, sumur minyak rakyat di Plantungan, hingga ragam UMKM di Jepon.

“Potensinya apa, dari situ akan muncul ide-ide dan gagasan. Misalnya ada warga yang punya usaha tapi masih konvensional, belum punya sumber modal, belum punya strategi pemasaran. Maka adik-adik bisa bantu memetakan masalah dan memberi alternatif solusi. Ini jadi ruang belajar untuk berdaya guna,” jelasnya.

Selain penguatan ekonomi lokal, Bupati juga mendorong mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam isu-isu strategis daerah seperti edukasi lingkungan, ketahanan pangan, hingga persoalan anak tidak sekolah (ATS).

“Saya harap adik-adik bisa memetakan, di desa itu anak tidak sekolahnya ada berapa. Kenapa mereka tidak sekolah, karena ekonomi, sosial, atau faktor lain, nanti dari data itu, adik-adik bisa memberi rekomendasi konkret. Kita ingin angka ATS itu bisa ditekan, bahkan kalau bisa zero,” ucapnya.

Bupati juga menyarankan agar hasil-hasil KKN nantinya bisa dipamerkan ke publik melalui ajang seperti Car Free Day (CFD), sebagai media untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menampilkan kerja nyata mahasiswa.

“Silakan nanti setelah dua atau tiga minggu, kalau sudah menemukan potensinya, bisa dipresentasikan dan dikenalkan ke masyarakat luas. Ini bisa jadi ajang untuk menunjukkan hasil kerja kalian sekaligus memperkenalkan Blora dan potensi kampus,” tambahnya.

Tak lupa, ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan masa KKN ini sebagai momen membangun relasi dan komunikasi aktif dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

“Selamat datang di Blora. Nikmati waktu kalian di sini. Buatlah kenangan yang indah dan bermakna. Perkenalkan Blora ke teman-teman kalian di kampus,” pungkas Bupati.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan