KABARBLORA.id Blora- Bupati Blora, Arief Rohman usulkan warga tiga desa di Blora yang terdampak pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko untuk direlokasi secara lokal. Senin (27/01/25).
Terkait hal ini, Arief Rohman mengupayakan relokasi di wilayah terdekat, adapun tiga desa yang terdampak proyek strategi nasional (PSN) itu adalah Desa Ngrawoh, Nglebak, dan Nginggil.
Bupati Blora Terpilih tersebut mengatakan, pihaknya mengusulkan relolasi dalam skema transmigrasi lokal.
“Jadi, beberapa waktu lalu kami ke pak menteri Transmigrasi, kami usulkan agar masyarakat yang terkena dampak ini, ada namanya transmigrasi lokal, di sekitar lokasi bendungan itu. Yang mana, di sana itu ada KHDTK UGM, ada cukup luas,” ujarnya, Senin (27/1/2025).
Politisi PKB itu juga menjelaskan dari hasil pertemuan dengan Menteri Transmigrasi akan dicarikan solusi terbaik dengan mengundang pihak pihak lain untuk berkordinasi.
“Hasil dari itu, pak menteri akan mengundang pihak-pihak lain untuk koordinasi, kira-kira skema untuk desa yang terdampak ini memungkinkan nggak, istilahnya transmigrasi lokal, di sekitar sana,” jelasnya.
Arief Rohman sendiri mengusulkan untuk relokasi lokal agar masyarakat yang mau dipindahkan masih bisa berkumpul dengan keluarga dan tetangga mereka.
“Harapan masyarakat agar mereka bisa dipindahkan di suatu tempat yang masih kumpul dengan keluarga mereka, dngan tetangga mereka.” Katanya.
Mengenai soal ganti rugi kepada warga yang terdampak pembangunan bendungan Karangnongko, Arief mengatakan belum ada ketentuan.
“Karena memang ada skema ganti untung, itu istilahnya, beli putus. Lah, ini kan kita kasihan, kalau pun hanya dibeli dan punya uang, nanti dia mau tinggal dimana?”. Pungkasnya. (Helmi)












