KABARBLORA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora menginstruksikan seluruh sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap siswa di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah Indonesia.
Sekretaris Disdik Blora, Nuril Huda, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan lembaga pendidikan, guru, dan wali murid untuk mengantisipasi keterlibatan peserta didik dalam kerusuhan.
“Kepala sekolah kami minta untuk terus berkoordinasi dengan seluruh guru beserta wali murid untuk melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya agar tidak terjerumus dan mengikuti aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Nuril, Rabu (3/9).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan pihak terkait untuk mencegah kasus serupa.
Menurutnya provokasi yang menargetkan siswa bisa terjadi kapan saja, sehingga keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci menjaga kondisi Blora tetap kondusif.
Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman juga meminta seluruh kepala sekolah mencegah siswa ikut dalam demonstrasi. Ia menekankan pentingnya edukasi dari sekolah agar siswa tidak terprovokasi seperti di daerah lain yang berujung anarkis.
“Kami minta tolong panjenengan semuanya agar bisa menjaga anak-anak kita, Bapak ibu kepala sekolah agar bisa mengedukasi, melakukan hal-hal yang meredam situasi, supaya para pelajar ini bisa terlindungi dan tidak terprovokasi soal ajakan demo, dan hal-hal yang merugikan banyak pihak,” ujar Arief.
Bupati menambahkan, sekolah harus menjadi benteng utama bagi siswa.
“Saya minta kepala sekolah menjadi benteng utama dalam membina dan membentengi siswa dari hal-hal yang menyimpang. Ajak mereka untuk terus berbuat kebaikan,” kata Arief.
Selain itu, masyarakat diminta aktif menjaga kondusivitas wilayah dengan melaporkan hal mencurigakan kepada aparat.
“Keterlibatan warga sangat penting. Sedini mungkin kita bisa lakukan pencegahan jika masyarakat aktif memberikan informasi,” jelasnya.












