KABARBLORA.id BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, mengambil langkah cerdas dalam mengelola sampah, dengan menggandeng PT Semen Gresik Indonesia, pengolahan sampah menjadi bahan bakar Refuse Derived Fuel (RDF).
Sampah padat yang berasal dari rumah tangga dan industri di Blora, nantinya akan dicacah, dikeringkan, dan diolah untuk meningkatkan nilai kalorinya.
Terkait kerja sama tersebut, telah dilakukan penandatanganan naskah memorandum of understanding (MoU), oleh Bupati Blora Arief Rohman dan Direktur Utama PT Semen Gresik, Muhammad Supriyadi, baru-baru ini di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora.
Penandatanganan juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, hingga para pimpinan PT Semen Gresik Indonesia.
Dalam acara itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan produksi sampah di Kabupaten Blora, yakni di Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Blora dan Cepu, setiap hari bisa mencapai total lebih dari 200 ton.
Sementara kapasitas kedua TPA tersebut terbatas dan makin berkurang.
Hal ini mengharuskan Pemkab Blora untuk terus mencari langkah konkret pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, sekaligus menguntungkan.
“Selain menggencarkan bank sampah di pedesaan, hari ini kami juga melaksanakan kerja sama pengelolaan sampah menjadi bahan bakar RDF dengan PT Semen Gresik (Semen Indonesia Group),” ucap Bupati Blora, Arief Rohman, seperti dirilis blorakab.go.id.

Penandatanganan kerjasama antara Pemkab Blora dengan PT Semen Gresik Indonesia untuk pengelolaan sampah (foto Instagram Arief Rohman)
Bupati mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama PT Semen Gresik, yang telah berkenan hadir langsung ke Blora melaksanakan penandatangan MoU kerja sama pengelolaan sampah.
Dirut hadir didampingi Fardhi Sjahrul Ade (Direktur Keuangan dan SDM), Benny (Direktur Operasi), Abdul Manan (Sekretaris Perusahaan), dan Hendra.
Menurut Bupati Arief, dengan bantuan pembinaan dari PT Semen Gresik, sampah-sampah limbah padat yang sulit terurai dan terkumpul di TPA, akan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dihasilkan melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan.
“Tentunya dengan sistem ini akan meningkatkan nilai ekonomi. Kami minta agar DLH segera menyusun konsep kerja sama pengelolaan sampah ini dengan sebaik mungkin. Termasuk menata kelembagaannya dan SDM -nya,” kata Bupati.
Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Gresik, Muhammad Supriyadi mengaku senang bisa turut serta membantu Blora dalam pengolahan sampah.
“Suatu kehormatan bagi perusahaan kami bisa membantu Blora dalam pengolahan sampah ke depannya. Sebenarnya pabrik kami yang ada di Rembang justru lebih dekat ke Kantor Bupati Blora dibandingkan ke Kantor Bupati Rembang. Sehingga sudah selayaknya kita juga ikut membantu Blora,” kata Muh Supriyadi.
Pihaknya akan meminta tim teknis dari perusahaan untuk segera menindaklanjuti MoU yang telah diteken dengan perjanjian kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora.
Diketahui, beberapa daerah, seperti Cilacap, Banyumas, Jepara, dan Pati telah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Semen Gresik.
Praktiknya, setelah dibina oleh PT Semen Gresik, selanjutnya Pemkab yang menjalin kerja sama tersebut bisa mandiri membentuk BLUD sebagai manajemen operator produksi pengolahan sampah tersebut.












