Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Ketua PAC Grib Jaya Sambong, Siap Pasang Badan Untuk PPMSTL

badge-check

KABARBLORA.id Sambong- Ketua PAC Grib Jaya Kecamatan Sambong, Supomo, menyampaikan sikap tegasnya terkait polemik yang sebulan ini terjadi antara pihak PT. Blora Patra Energi (BPE) dengan Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL).

 

Menurutnya, jika selama ini kerja sama antara PPMSTL, Pertamina, dan BPE berjalan baik, maka tidak ada alasan untuk menghilangkan peran PPMSTL.

 

“Kalau memang selama ini Pertamina nyaman, PPMTSL dan BPE bekerja sama dengan baik, kenapa tidak dilanjutkan? Kami tidak berpihak ke siapa-siapa, yang penting aman dan nyaman. Kalau memang tidak bisa diatur, kami siap pasang badan agar tidak ada operasi sekalian,” kata Supomo. Rabu, (19/02/2025).

 

Ia juga mempertanyakan alasan BPE ingin menguasai penuh pengelolaan sumur tua, padahal sistem sebelumnya sudah berjalan lancar.

 

“Kenapa sekarang mau dikuasai sendiri oleh BPE? Saya lihat PPMTSL selama ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

 

Jayusman, penambang yang juga pembina Grib Jaya Kabupaten Blora ini, menegaskan bahwa jika PPMTSL benar-benar dihapus dari kerja sama, masyarakat penambang tidak akan tinggal diam.

 

Dalam sosialisasi yang berlangsung, Jayusman menyebut bahwa tidak ada keputusan final. Para penambang dan pihak BPE belum mencapai kesepakatan terkait skema kerja sama ke depan.

 

“Poinnya masih ngambang. Belum ada kesepakatan antara penambang dan BPE,” jelasnya.

 

Ia juga mengkritik kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh BPE.

 

“BPE yang dulu dan sekarang tidak ada yang enak. Malah yang sekarang ini tambah tidak jelas. Kalau masuk desa, ya harus ada sosialisasi. Ini kan ada misi-misi tertentu,” katanya.

 

Ia menjelaskan Sosialisasi di Kecamatan Sambong ini dihadiri lebih dari 300 anggota PPMSTL. Namun, Jayusman mengaku tidak terlalu mengenal pejabat-pejabat BPE yang baru, kecuali Prima, yang pernah ia tanyakan terkait dana CSR.

 

“Saya dulu pernah tanya soal CSR, sampai sekarang belum dijawab. Alasannya masih ada penyidikan kasus sumur L-27 Ledok,” ungkapnya.

 

Acara ini berlangsung dengan perdebatan sengit antara penambang dan pihak BPE. Meski demikian, tidak terjadi tindakan kekerasan.

 

“Poin utamanya, para penambang tidak mau kalau PPMTSL dihapuskan,” tegas Jayusman menutup pembicaraan. (Moch.Subecky)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Ekonomi