Menu

Mode Gelap

Pemerintahan

Laris Manis! Kuota Magang ke Jepang untuk Warga Jateng Sudah Terpenuhi

badge-check


					Laris Manis! Kuota Magang ke Jepang untuk Warga Jateng Sudah Terpenuhi Perbesar

KABARBLORA.ID – Program pendaftaran magang ke Jepang bagi pemuda Jawa Tengah bakal segera ditutup. Meski batasnya akhir minggu lagi, jumlah pelamar sudah melebihi kuota yang tersedia.

Program yang dibuka sejak 14 April 2025 itu akan ditutup pada 16 Juli 2025. Namun hingga Selasa (8/7/2025), tercatat sudah ada 270 pendaftar. Padahal, kuota yang disediakan hanya untuk 250 orang.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng, Masduqi, mengatakan tingginya minat generasi muda dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah menjadi indikator antusiasme yang luar biasa.

“Kita (Pemprov Jateng) memfasilitasi tempat di Pudakpayung, atau kalau sana penuh di BLK Semarang 2. Namun untuk biaya hidup pribadi (akomodasi konsumsi, transportasi dari daerah, pemeriksaan kesehatan, paspor, visa dan uang saku awal) itu dikelola atau dibiayai sendiri,” tuturnya, Selasa sore.

Program magang ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan International Manpower Development Organization, Jepang (IM Jepang).

Menariknya, proses pendaftaran ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Selain itu, peserta juga mendapatkan fasilitas tempat selama tahap seleksi awal yang akan berlangsung pada 21–25 Juli 2025.

Seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari administrasi, ujian matematika/logika, kesemaptaan, fisika, dan wawancara. Setelah lolos, peserta juga harus mengikuti pemeriksaan kesehatan serta pembekalan budaya dan bahasa Jepang, termasuk tes kemampuan bahasa.

Peluang Kerja Jepang

Masduqi menegaskan, peluang kerja di Jepang terbuka lebar di berbagai sektor seperti perawatan lansia, konstruksi, perakitan elektronik, hingga operator mesin tekstil.

“Ini karena permintaan tenaga kerja Jepang dari Indonesia itu banyak. Karena mereka senang dengan budaya (etos kerja pekerja) dari Jawa Tengah dan Indonesia umumnya,” ujarnya.

Peserta magang akan diberangkatkan untuk bekerja selama 3 hingga 5 tahun. Pada tahun pertama, mereka bisa memperoleh uang saku hingga 120 ribu Yen Jepang atau sekitar Rp13 juta per bulan.

Program USAi selesai, banyak alumni yang memilih membuka usaha mandiri di tanah air. Pemerintah berharap ini bisa menjadi modal membangun perekonomian keluarga yang lebih baik.

“Doa sing kenceng (yang kuat). Mudah-mudahan diterima, karena itu akan membawa perubahan baik secara ekonomi, harapan yang lebih cerah lagi,” pungkas Masduqi.

Beberapa daerah yang diketahui cukup aktif mengirim tenaga magang ke Jepang di antaranya Cilacap, Kendal, dan Pati. Data Pemprov Jateng mencatat, pemberangkatan peserta program ini sangat fluktuatif setiap tahunnya.

Pada tahun 2019 tercatat paling tinggi dengan 1.386 orang, sementara tahun 2021 sempat turun drastis menjadi 68 orang akibat pandemi. Tahun 2023 kembali meningkat dengan 474 orang diangkat.

Bahkan, pada Mei 2025 lalu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sempat langsung melepas 1.200 peserta magang ke Jepang.

Kini, setiap kabupaten/kota mulai membentuk Lembaga Pelatihan Kerja Operasi Pengiriman (LPKSO) untuk mendukung dan menyalurkan tenaga kerja secara legal. Disebutkan, setiap tahun sekitar 5.000–8.000 orang asal Jateng diberangkatkan ke Jepang melalui jalur ini.

Meski prospeknya cerah, Masduqi tetap mengingatkan agar peserta calon waspada terhadap penipuan dan hanya mendaftar melalui LPKSO resmi.

“Selalu periksa keabsahan LPKSO melalui laman https://binalattas.kemnaker.go.id,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pemerintahan