KABARBLORA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus ngebut memperluas layanan internet gratis. Tak hanya di kawasan publik seperti terminal dan taman kota, tapi juga menyasar wilayah pedesaan yang masih blank spot alias belum tersentuh jaringan internet.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Jateng, Dikki Rulli Perkasa menyebut, perluasan akses internet ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dalam membangun Jawa Tengah lewat basis desa.
“Pembangunan internet desa ini sebenarnya sama, jadi bagaimana layanan digital yang berkaitan dengan transformasi itu sampai ke tingkat desa,” ungkap Dikki, Jumat (11/7/2025), usai Monitoring dan Evaluasi Layanan Internet di Area Publik di Terminal Sukoharjo.
Ia menjelaskan, dari total 997 titik blank spot yang tercatat pada 2022, sudah ada 492 desa yang dibangun jaringan internet gratis. Artinya, masih ada 505 desa yang jadi fokus intervensi.
Proyek ini akan dilakukan bertahap hingga 2029. Khusus tahun 2025, Pemprov Jateng menargetkan membangun akses internet di 170 titik desa blank spot.
“Kalau program internet desa tahun ini ada 170 titik. Jadi ada 70 desa blank spot, 50 desa wisata, dan 50 untuk desa dengan kemiskinan ekstrem atau desa dampingan OPD kita,” jelas Dikki.
Dari total itu, sebagian desa sudah dipasangi jaringan, namun masih ada 91 titik yang akan segera diberikan akses internet gratis.
Menurut Dikki, akses internet di desa tak sekadar untuk koneksi, tapi juga sebagai landasan pembangunan digital yang menyentuh layanan publik, ekonomi, hingga pendidikan.
“Teknologi internet sekarang sudah jadi kebutuhan primer, termasuk di desa. Makanya ekosistem digital harus terus diperkuat,” tegasnya.
Program internet desa ini juga akan terintegrasi dengan program unggulan Gubernur Jateng lainnya, seperti Kartu Zilenial dan Kecamatan Berdaya.
“Harapannya seperti yang sudah disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi untuk program prioritasnya, desa blank spot akan kita beri akses internet gratis,” tandas Dikki.












