KABARBLORA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Sejak tahun 2020, seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jateng digratiskan dari pungutan, karena seluruh biaya operasional sudah ditanggung oleh dana BOS dari APBN dan BOP dari APBD provinsi.
Komitmen ini kembali ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di kantornya, Senin (7/7/2025).
“Untuk sekolah swasta tingkat menengah, telah dipilih BOSDa berbasis akreditasi, ini untuk menjaga akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari keluarga tidak mampu,” kata Taj Yasin.
Respons atas Putusan MK tentang Pendidikan Dasar Gratis
Kunjungan BAM DPR RI tersebut salah satunya bertujuan menggali aspirasi daerah menyusul terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-XXII/2024, yang mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan pendidikan dasar tanpa pungutan biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Menurut Taj Yasin, implementasi amanat MK ini tidak bisa instan. Diperlukan perencanaan yang matang, termasuk tahapan, skema transisi, serta kebijakan afirmatif yang konkret.
“Perlunya sinergi kebijakan melalui penyusunan roadmap bersama antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, agar tidak terjadi duplikasi dan kesenjangan layanan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar dalam mewujudkan pendidikan dasar gratis di sekolah swasta, yang selama ini sangat bergantung pada iuran orang tua.
“Selain perlunya dukungan anggaran dari pusat, juga diperlukan regulasi yang mengatur skema pembiayaan antara pusat dan daerah,” jelasnya.
Komitmen Daerah dan Apresiasi DPR
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyoroti komitmen sejumlah pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan dasar gratis. Salah satunya Kota Semarang yang pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran Dinas Pendidikan sebesar Rp1,318 triliun setara 21,07 persen dari total APBD Rp6,253 triliun.
“Alokasi untuk SD swasta di Kota Semarang senilai Rp11,908 miliar, dan SMP swasta sebesar Rp11,76 miliar,” jelasnya.












