Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Terkesan Ditutupi APH Bahkan Muncul Nominal, Kasus Duel Pelajar Dua Perguruan di Blora

badge-check


					Ilustrasi Pencak Silat (gambar istimewa) Perbesar

Ilustrasi Pencak Silat (gambar istimewa)

KABARBLORA.id, BLORA – Salah satu pelajar di sekolah menengah atas di Blora mengaku resah, setelah sabung silat/duel yang sudah disepakati berujung laporan ke Polisi dan sampai saat ini masalah tersebut mandek, bahkan seolah-olah ditutup-tutupi, Minggu (27/4/2025).

Usut demi usut, peristiwa itu terjadi ketika salah satu siswa SMAN di wilayah Kabupaten Blora, Melati (17) dan beberapa teman-temannya dari salahsatu perguruan silat di Blora, ditantang Pelapor sebut saja Bunga dari perguruan silat lain, untuk tarung/duel.

“Masalah ini masih ditangani Polres Blora. Dan saya nggak boleh cerita sama orang lain terkait kasus ini. Karena bila cerita orang lain takutnya masalah ini bisa viral,” terang Melati.

Lanjut Melati, tantangan itu langsung diresponnya bersawa beberapa temannya antara lain Mawar, Anggrek, Bulan, Bintang dan Matahari untuk duel di lapangan wilayah Kecamatan Blora kota, Kabupaten Blora pada hari Rabu, 12 Februari 2025, pukul 15.30 WIB.

Melati mengaku, baru babak pertama sabung satu lawan satu tersebut, Bunga terkena pukulan di leher belakang yang membuat ia menangis dan menyerah.

“Baru satu lawan satu Bunga langsung kena pukulan di belakang leher, ia menangis dan mengaku menyerah,” ujar Melati.

Kemudian Melati dan beberapa temannya berinisiatif untuk mengantarkan pulang Bunga ke rumahnya, namun sangat disayangkan, ketika sudah sampai rumah, Bunga mengaku dikeroyok dan keluarga Bunga akan melaporkan masalah ini ke Polisi.

“Padahal kita semua tidak mengeroyok mas (sabung atau tarung satu lawan satu), kita juga antar pulang ke rumahnya, malahan orangtuanya mau melaporkan masalah ini ke Polisi,” ungkapnya.

Beberapa hari kemudian Melati dan berenam temannya mendapatkan surat panggilan dari Polres Blora untuk dimintai keterangan dengan kasus tindak kekerasan.

“Kemaren didampingi orang tua dan perangkat desa, kita berenam dipanggil di Polres Blora untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Sampai saat ini mereka berenam harus wajib lapor ke Polres Blora terkait laporan orang tua Bunga, tapi anehnya masalah ini belum diputuskan oleh Polres Blora.

Terpisah saat di hubungi melalui panggilan WhatsApp, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi, belum mengetahui masalah ini.

Ia mengaku hanya dapat undangan dari Polres terkait masalah seksual di lingkungan anak-anak. Ia mengatakan akan mencari tau masalah ini di bidangnya.

“Saya belum tahu masalah ini mas, cuma Jumat kemarin terkait masalah seksual di lingkungan anak-anak, besok akan saya kroscek laporan ini, terimakasih infonya,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora, Suwanto saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, dia belum memberikan jawaban.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Peristiwa