KABARBLORA.ID – Aksi demo di depan Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025), ricuh hingga dikabarkan menimbulkan korban jiwa dari awak media asal Blora.
Korban adalah Lilik Yuliantoro, jurnalis dari media Tuturpedia.com. Dari informasi yang dihimpun, korban disebut meninggal dunia saat menjalani tugas peliputan, lengkap dengan membawa ID pers.
Dari foto yang diterima, korban sempat mendapatkan pertolongan dan mengolesi pipi dengan pasta gigi untuk mendinginkan kulit dari efek gas air mata.
Respons Media Tuturpedia
Merespons kabar tersebut, media Tuturpedia membuat siaran pers terkait wartawan yang bersangkutan.
”Kabar terbaru yang kami dapatkan Lilik Yuliantoro sudah dalam penanganan medis di RSUD Suwondo Pati. Lilik saat ini sudah dalam kondisi sadar namun masih lemas karena efek gas air mata. Beberapa berita yang beredar mengabarkan Lilik meninggal dunia hingga saat ini dapat kami pastikan hoax,” tulis Tuturpedia.
“Saat ini tim Tuturpedia.com tengah menuju lokasi. Kami dari redaksi memohon doa dan dukungannya terus untuk Lilik Yuliantoro,” bunyi keterangan Tuturpedia, Rabu (13/8/2025).
Awal Mula Demo Pati
Aksi protes ini dipicu kebijakan Pemkab Pati yang berencana menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250% pada 2025.
Bupati Pati, Sudewo, berdalih kenaikan ini perlu dilakukan karena tarif PBB tidak pernah naik selama 14 tahun. Ia membandingkan penerimaan PBB Pati yang hanya Rp 29 miliar, jauh di bawah Jepara (Rp 75 miliar), Kudus dan Rembang (masing-masing Rp 50 miliar).
Keputusan yang diambil oleh Bupati Sudewo memicu kemarahan warga. Mereka menolak kebijakan tersebut karena dianggap semakin memberatkan kehidupan masyarakat. Sebagai bentuk protes, sejumlah warga menginisiasi aksi demonstrasi yang digelar pada hari ini, 13 Agustus 2025.
Alih-alih menenangkan situasi, Bupati Sudewo justru menyulut emosi warga dengan pernyataan mempersilakan masyarakat untuk melanjutkan rencana aksi turun ke jalan.
Meski kebijakan itu sudah dibatalkan Sudewo pada 8 Agustus 2025 dan selisih pembayaran akan dikembalikan, gelombang protes tak surut. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tetap turun ke jalan, kini menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya hari ini.












