Menu

Mode Gelap

Sosial

Wujud Syukur Sambut Ramadhan, Ponpes Assalafiyah Gedongsari Gelar Pawai Ta’aruf

badge-check


					Peserta pawai ta'aruf yang digelar oleh pondok pesantren Assalafiyah Gedongsari, Banjarejo, Blora dalam rangka menyambut bulan Ramadhan (foto Dian Pratama) Perbesar

Peserta pawai ta'aruf yang digelar oleh pondok pesantren Assalafiyah Gedongsari, Banjarejo, Blora dalam rangka menyambut bulan Ramadhan (foto Dian Pratama)

KABARBLORA.id Banjarejo – Pondok Pesantren Assalafiyah Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, gelar pawai ta’aruf untuk sambut bulan Ramadhan 1446 Hijriah, sekaligus memperingati Haul Simbah KH. Muslih pendiri Ponpes Assalafiyah Gedongsari, Minggu (23/2/2025).

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 800 peserta, terdiri dari santri Tempat Pendidikan Quran (TPQ) Assalafiyah, Paud Al-Mu’min, RA Assalafiyah ,MDT Assalafiyah, KB Ngudi ilmu, Majelis Kramat Raya,MDt Baitul Mubtadi’in,MI Islamiyah, Mts Islamiyah, Grub Jedoran Badong, Muslimat Badong, group seni Barong Karang Putat.

Kepala Desa Gedongsari, Irfan Zamroni mengatakan acara Pawai Taaruf yang bertemakan Ramadhan Sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Gedongsari bisa bertemu kembali dengan bulan ramadhan.

“Momentum ini juga sebagai wujud syukur bahwa kita masih hidup, masih diberi kesempatan, masih bisa kembali menjalani bulan ramadhan, masih diberi kesempatan untuk mengabdi kepada Allah, mengabdi kepada pemerintah, dan masyarakat,” tutur Zamroni.

Selain itu, Irfan Zamroni juga mengutarakan bahwa pawai ini sebagai bentuk sosial, dengan adanya pawai ini kerukunan persaudaraan ukhuwah islamiyah, ukhuwah bazariah, ukhuwah wathoniah terjalin. Pawai juga menjadi bahan untuk mengingatkan bahwa kita sama –sama manusia untuk menciptakan dan kembali kepada Sang Pencipta.

“pawai ini juga bisa menjadikan kerukunan persaudaraan, kita bangun ukhuwah islamiah,bazariah dan wathoniah. Maka kita perlu bangun semangat hablum minannas,” imbuhnya.

Kegiatan Pawai Taaruf ini juga diminta bisa mengangkat nilai-nulai kultural, yakni membangun budaya dan perilaku agar terbiasa menyambut datangnya ramadhan ini dengan rasa bergembira, tidak bersedih, harus bersyukur, semangat, dan punya gairah.

“Oleh karena itu kita siapkan jasmani, rohani agar bisa melaksanakan ibadah puasa sebagaimana perintah dari Quran Surat Al-Baqarah ayat 183,” kata kepala desa yang akrab disapa Gus ZAM ini.

Adapun kegiatan Pawai Taaruf ini dimulai dengan berjalan kaki dari yayasan Assalafiyah menuju ke barat memutari desa Gedongsari sampai jalan raya pasar Gedongsari dibantu dengan 2 mobil odong odong, Colt T dan Sound sistem scorpio audio. (Moch.subecky)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sosial