Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Pemerintah Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari, Blok Cepu Jadi Andalan

badge-check


					Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi secara daring Kamis (26/6/2025). Foto Kementerian ESDM. Perbesar

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi secara daring Kamis (26/6/2025). Foto Kementerian ESDM.

KABARBLORA.ID, Blora – Pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap pencapaian target produksi minyak nasional.

Tak main-main, target jangka pendek 605 ribu barel per hari (bph) di APBN 2025 hingga target jangka panjang 900 ribu–1 juta bph pada 2029-2030 diyakini bisa tercapai.

Optimisme ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Wakil Menteri ESDM Yuliot saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian peningkatan produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Kamis (26/6/2025).

“Atas Arah Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo, untuk urusan energi kita harus masuk pada swasembada energi, target lift kita harus 900 ribu-1 juta barel,” kata Bahlil.

Pacu Produksi, Blok Cepu Jadi Ujung Tombak

Bahlil menyebut, percepatan peningkatan produksi di Blok Cepu menjadi langkah nyata. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil menambah 30 ribu bph dalam waktu singkat.

“Produksi dari Blok Cepu itu, total produksi yang dilakukan oleh Exxon pada tahun 2025 diharapkan pada puncaknya sekitar 180 ribu barel per hari,” ungkapnya.

Bahlil juga mengapresiasi kolaborasi antara Pertamina dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya dalam menggenjot produksi.

“Insyaallah target APBN untuk lift minyak sebesar 605.000 barel per hari Insyaallah akan kita bisa wujudkan bersama-sama,” tambahnya.

Wamen ESDM: Produksi 605 Ribu BPH Realistis

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyambut optimisme tersebut. Menurutnya, dengan pencapaian rata-rata produksi tahun lalu yang berada di angka 570 ribu bph, maka target 605 ribu bph tahun ini tergolong realistis.

“Kalau kita lihat rata-rata produksi pada tahun lalu sekitar 570 ribu barel per hari, berarti target produksi yang ditetapkan APBN 605 ribu barel per hari akan bisa tercapai,” ujar Yuliot.

Ia menambahkan, target besar 900 ribu hingga 1 juta bph pada 2029 bukan angan-angan.

Tiga Strategi Menuju Swasembada Energi

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama:

1. Eksplorasi Masif: Penawaran 61 wilayah kerja (WK) migas baru untuk pelaku usaha.

2. Teknologi Canggih: Pemanfaatan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk memaksimalkan perolehan minyak.

3. Regulasi Efisien: Penyederhanaan perizinan sektor hulu dan evaluasi insentif agar investasi bisa bergerak cepat.

“Termasuk evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar proses investasi dan produksi berjalan lebih cepat dan efisien,” jelas Yuliot.

Ikuti saluran Kabarblora.id di WhatsApp.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Ekonomi