KABARBLORA.ID, Blora – Tim Risk Assessment dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Jawa Tengah menyambangi lokasi wisata Goa Terawang Ecopark, Blora, Kamis (3/7/2025).
Kegiatan ini dilakukan untuk menilai aspek keselamatan dan keamanan di kawasan wisata alam unggulan milik Perhutani tersebut.
Tak hanya mengecek dokumen, tim juga menyusuri langsung seluruh area wisata, termasuk bagian dalam goa, pos keamanan, fasilitas umum hingga berdialog dengan para pengunjung.
“Kami berharap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan keamanan, baik di dalam goa maupun di seluruh wahana, benar-benar diterapkan,” tegas Ketua Tim Risk Assessment, AKBP Indriyanto Dian Purnomo.
“Petugas harus disiagakan di setiap titik penting demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung,” sambungnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur serta manajemen promosi wisata. Menurutnya, pengelola perlu menggencarkan promosi lewat media televisi dan media sosial.
“Manajemen media, baik dari pihak Perhutani maupun pengelola wisata, harus dikelola secara profesional. Seluruh kegiatan pun wajib dilaksanakan sesuai SOP dan terdokumentasi dengan baik,” tambah Indriyanto.
Administratur KPH Blora, Yeni Ernaningsih, menyampaikan sambutan kepada tim penilai. Ia menjelaskan bahwa kawasan wisata Goa Terawang Ecopark berada di petak 45 C dan D seluas 6,5 hektare.
“Goa Terawang Ecopark terletak di petak 45 C dan D seluas 6,5 hektare, termasuk wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jembangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalonan, KPH Blora, dan secara administratif berada di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan,” ujarnya.
Yeni menuturkan, kawasan ini dimanfaatkan untuk jasa lingkungan, khususnya wisata alam. Saat ini, pengelolaannya dilakukan melalui kerja sama antara Perhutani dan CV Adulam Alam Lestari.
“Perhutani berharap, destinasi ini tidak hanya menjadi unggulan KPH Blora, tetapi juga menjadi ikon wisata Kabupaten Blora, bahkan Provinsi Jawa Tengah. Kami akan terus berproses dan melakukan perbaikan terhadap aspek-aspek yang dinilai masih kurang,” katanya.
Sementara itu, dalam pengecekan di lapangan, tim meninjau berbagai titik penting seperti pos satuan pengamanan (Satpam). Seluruh wahana, bagian dalam goa, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga dapur umum.
Tim juga menyempatkan diri menyapa pengunjung serta memberikan arahan tentang tata tertib yang berlaku di lokasi wisata.
Setelah seluruh proses assessment selesai, Goa Terawang Ecopark dinilai dengan kategori “Baik”.
Turut hadir sejumlah pihak, mulai dari Administratur Perhutani KPH Blora, jajaran Tim Pamobvit Polres Blora, General Manager Goa Terawang Ecopark dan tim, hingga perwakilan Dinporabudpar Blora, Kepala Desa Todanan, dan Puskesmas Todanan.












