KABARBLORA.ID – DPRD Kabupaten Blora menggelar rapat paripurna penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026, sekaligus pengucapan sumpah pengganti antar waktu anggota DPRD, Rabu (6/8/2025).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Blora Mustopa dan dihadiri Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, Forkopimda, pimpinan OPD, dan anggota DPRD. Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan langsung rancangan KUA-PPAS APBD 2026 kepada DPRD.
Mustopa menjelaskan penyusunan KUA-PPAS merupakan tahap penting dalam siklus penganggaran daerah. Dokumen ini mengatur kebijakan fiskal dan prioritas pembangunan dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
“Penyusunan dokumen ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi serta akuntabilitas,” ujar Mustopa.
Dia juga menyampaikan pada 11 Juli 2025 pemerintah kabupaten telah menyerahkan rancangan KUA-PPAS 2026. Selanjutnya, dalam rapat paripurna dilakukan pengucapan sumpah pengganti antar waktu anggota DPRD, Ir. H. Setya Utama yang menggantikan almarhum Ahmad Labib Hilmy.
“Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD Blora memberikan ucapan selamat bergabung dan menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Kabupaten Blora masa keanggotaan 2024-2029,” kata Mustopa.
Ia berharap Setya Utama dapat cepat beradaptasi di lembaga legislatif.
Bupati Arief Rohman menyampaikan kondisi perekonomian Blora yang didominasi sektor pertambangan, pertanian, kehutanan, perikanan, serta perdagangan.
Meski pertambangan menyumbang terbesar pada PDRB, lanjut dia, pengelolaan migas berada di bawah pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah lebih fokus intervensi sektor lain.
“Struktur perekonomian yang dapat diintervensi pemerintah daerah yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan,” jelas Bupati.
Menurut Arief, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto menjadi penopang utama pengeluaran daerah. Ia menegaskan arah kebijakan ekonomi 2026 akan fokus memantapkan Blora sebagai kawasan swasembada pangan.
Pembangunan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan pengendalian inflasi dan peningkatan pertumbuhan. Fokusnya antara lain memperkuat agribisnis, daya beli masyarakat, penanaman modal, pengelolaan keuangan dan aset daerah, serta penguatan wilayah kondusif.
“Pengendalian inflasi dilakukan dengan menjaga stabilitas harga kelompok volatile food, menjaga pasokan barang kebutuhan masyarakat, dan penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” kata Bupati.
Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pemberdayaan, menurunkan angka kemiskinan lewat optimalisasi CSR dan Baznas, serta mendorong ekonomi kreatif melalui kelembagaan dan inkubasi juga menjadi fokus.
Bupati berharap rancangan KUA-PPAS segera dibahas dan disepakati agar penyusunan APBD 2026 dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Setya Utama atas pengucapan sumpah pengganti antar waktu.
“Semoga keberadaan panjenengan membawa warna dan semangat baru untuk Sesarengan mBangun Blora,” tutup Bupati menutup rapat paripurna.












