BLORA, KabarBlora.id– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora Siswanto mendukung penuh lahan eks pasar induk untuk dapat dicarikan investor.
Dia menyarankan pemkab Blora, untuk membuat sistem yang baik agar saling menguntungkan.
Untuk diketahui bersama lahan eks pasar induk Blora, selama empat tahun belakangan membuat pemkab tidak mendapatkan pemasukan.
Melihat lokasi tersebut yang strategis. Lantaran berada di tengah kota dan dekat dengan alun-alun kabupaten Blora.
Siswanto berharap ada investor masuk, agar Aset Pemkab bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Kami harap segera ada investor masuk sehingga aset Pemkab itu bisa optimal,” paparnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Blora itu menjelaskan agar pemerintah Kabupaten Blora mengatur mekanisme agar Pemkab bisa mendapatkan keuntungan dengan masuknya investor. Entah dengan sistem bagi hasil atau sewa.
“Apapun skemanya, intinya Pemda harus untung. Karena tahun ini tagline Pemkab Blora adalah tahun pendapatan,” jelasnya.
Dia menilai investor pasti memiliki pertimbangan bisnis. Ia juga berharap Blora mendapatkan investor yang sesuai.
“Walaupun dari sisi pengusaha juga berhitung tentang kelayakan studi bisnis, mereka juga cuan. Tetapi itu menjadi pemicu awal kita harus dapat investor yang tepat,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Bupati Blora Arief Rohman, ketua dan wakil DPRD beserta perwakilan forkopimda, baru saja melakukan market sounding di Jakarta. Dalam acara itu ada 15 Investor yang diundang dan responnya cukup bagus.
“Untuk pihak ketiga yang kami tawarkan,Alhamdulillah responnya bagus,” jelasnya.
Menurutnya pemerintah Kabupaten Blora, akan memberikan kemudahan dan insentif bagi investor yang tertarik dan mau menginvestasikan ke lokasi tersebut.
“Kami akan beri kemudahan perizinan. Kemarin dinas kaitannya perizinan juga kita ajak semua. Kami juga akan memberikan insentif,” tambahnya.
Siswanto menjelaskan skema yang ditawarkan, investor bisa memanfaatkan lahan tersebut sampai dengan 30 tahun. Dan andai ada kecocokan bisa diperpanjang lagi.
Dia mengatakan kalau prose ini belum final, dan masih ada paparan untuk lelang dan seterusnya.
“Ini belum deal, masih akan ada paparan, lelang dan seterusnya,” pungkasnya. (Pratama)












