Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Perbaikan Sekolah Rusak di Blora Terhambat, Gegara DAK 2025 Tak Cair

badge-check

KABARBLORA.id Blora – Rencana perbaikan sekolah rusak di Kabupaten Blora terhambat, hal itu dikarenakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 tak cair ke kas daerah.

Padahal dari awal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora, telah berencana akan memperbaiki 150 sekolah rusak dengan DAK.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi menjelaskan, pihaknya dari awal telah mengusulkan 150 sekolah untuk diperbaiki, agar dapat dibangun lewat anggaran DAK 2025.

”Pada Agustus 2024 lalu sudah muncul sekolah yang di-approv atau diterima dan dipertimbangkan untuk dibangun. Jadi, dari 150 ada 83 sekolah yang diterima dan diusulkan,” ujarnya.

Dari 83 sekolah itu, terdiri dari PAUD, SD, dan SMP. Untuk SD jumlahnya 69 sekolah. Kemudian SMP 13 sekolah dan PAUD ada satu sekolah.

”Cuma tahun ini mendadak ada perubahan. DAK ditarik pusat. Perbaikan mau ditangani Kementerian PU. Jadi uangnya tak masuk ke kas daerah,” katanya.

Meskipun ada perubahan aturan, hingga kini belum ada kejelasan terkait DAK tersebut, Dengan begitu, pembangunan untuk sekolah yang diusulkan itu tak jelas dan terkesan terhambat

”Tahun-tahun sebelumnya, pada Desember kami sudah tahu. Sebab, sudah muncul nama-nama sekolah dan besaran anggarannya. Namun, karena ada perubahan itu ya kini tak jelas. Proses usulan ya berhenti pada Agustus tahun lalu,” jelasnya.

Dengan perubahan penempatan anggaran DAK itu, Diknas Blora hanya mengandalkan perbaikan sekolah rusak dari dana alokasi umum (DAU). Dan anggaran dari bantuan provinsi (banprov).

”Dengan nggak ada DAK ya dampaknya signifikan. DAK ini andalan kami untuk memperbaiki sarana prasarana sekolah. Bertahun-tahun dari DAK kami dapat puluhan miliar,” pungkasnya. (Moch. Subecky)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan