KABARBLORA.ID – Kasus temuan ganja seberat 63 kilogram di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau bikin geger.
Gedung pusat kegiatan mahasiswa yang seharusnya jadi tempat pengembangan diri, justru jadi gudang penyimpanan narkoba.
Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly alias Amure, angkat bicara. Ia mengaku terkejut sekaligus prihatin dengan kejadian tersebut.
“Saya sangat terkejut mendengar kabar ini. Dunia pendidikan kita seharusnya bersih dan menjadi benteng moral, bukan malah menjadi tempat subur bagi penyalahgunaan narkoba,” tegas Amure dalam keterangannya.
Dua orang tersangka yang merupakan alumnus UIN Suska turut diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Jumat (8/8/2025) lalu. Mereka berinisial RS dan S.
“Tim mengamankan dua tersangka berinisial RS dan S,” kata Kepala Pemberantasan BNNP Riau Kombes Pol Charles Sinaga saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Rabu (13/8).
Amure mendesak aparat penegak hukum agar serius menangani kasus ini. Ia meminta proses hukum berjalan secara terbuka dan adil.
“Proses hukum harus berjalan transparan dan tegas. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi kampus lain. Semua pihak harus ambil bagian dalam memastikan lingkungan pendidikan bebas dari narkoba,” ujarnya.
Sebagai legislator yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, dan kebudayaan, Amure menekankan pentingnya peran kampus dalam mengawasi aktivitas mahasiswanya.
“Kampus harus lebih aktif mengontrol kegiatan mahasiswa di luar jam kuliah. Jangan hanya fokus pada proses belajar-mengajar, tetapi juga perhatikan lingkungan sosial kemahasiswaan,” kata politisi asal Sulawesi Selatan itu.
Menurutnya, pengawasan tak bisa hanya mengandalkan aparat. Pihak rektorat dan bidang kemahasiswaan harus turun tangan langsung mencegah peredaran narkoba di lingkungan pendidikan.
Amure pun mencontohkan langkah konkret yang telah dilakukan di daerahnya, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Kami di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bone, memerangi dengan keras peredaran narkoba. Sejak dua tahun lalu, melalui Forum Bersama (FORBES) Anti Narkoba yang diketuai oleh Dr. Andi Singkeru Rukka, dosen IAIN Bone, telah dilakukan berbagai kampanye, pendidikan, dan penyadaran tentang daya rusak narkoba bagi generasi muda,” bebernya.
Komisi X DPR RI memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Tak hanya itu, pihaknya juga bakal mendorong adanya evaluasi sistem pengawasan kampus agar kejadian serupa tak terulang di tempat lain.












