Menu

Mode Gelap

Pemerintahan

Diabaikan Pemerintah Desa, Warga Nglebur Blora Patungan Perbaiki Jalan Rusak

badge-check


					Warga masyarakat Desa Nglebur, Jiken Blora kerja bakti memperbaiki jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah Desa Nglebur (foto kaji Becky) Perbesar

Warga masyarakat Desa Nglebur, Jiken Blora kerja bakti memperbaiki jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah Desa Nglebur (foto kaji Becky)

KABARBLORA.id JIKEN – Proses perbaikan jalan di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora menjadi perbincangan warga sekitar, Hal itu karena perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh warga sendiri.

Bahkan perbaikan jalan itu dilakukan murni dari iuran warga tanpa bantuan pemerintah desa (Pemdes).

Bukan tanpa alasan, ternyata warga sudah kecewa dengan Pemdes yang mengabaikan kondisi jalan rusak tersebut.

Diketahui, sekitar 8 RT dan 2 RW, seperti contoh warga RT 03 RW 01 Dusun Nglebur, Desa Nglebur, Jiken kompak mengumpulkan dana untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka.

Dari pantauan awak media Kabarblora.id , ratusan warga ini berinisiatif patungan untuk memperbaiki beberapa gang jalan yang ada di desa tersebut.

Ada sejumlah 6 gang yang perlu diperbaiki warga masyarakat Desa Nglebur menggunakan dana iuran dan dilakukan dengan bergotong royong , Kurang lebih 50an orang hadir dan dibagi setiap gang untuk memperbaiki jalan dengan diberikan pedel.

Dengan iuran warga, masyarakat Desa Nglebur perbaiki jalan rusak (foto kaji becky)

Hal itu dilakukan karena warga menilai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Nglebur tidak menyasar sesuai kebutuhan tiap dusun.

Hingga akhirnya, warga dan pemuda Desa Nglebur, kompak melakukan gerakan swadaya untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Seorang warga Dusun Nglebur, Lusi menyebut, warga sudah mengusulkan kepada Pemerintah desa Nglebur terkait jalan rusak itu ketika MUSDES di lakukan maupun bersuara langsung secara lesan agar ada penyikapan keadaan jalan tersebut.

Namun, hingga saat ini aspirasi mereka tidak terealisasi dan seakan pembangunan di Desa Nglebur tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat yang urgant.

“Jalan itu kan penting. Sangat membantu dalam tumbuh kembang perekenomian. Tapi kami tidak diperhatikan, makanya kami sepakat untuk melakukan aksi swadaya perbaikan jalan,” kata Lusi, Senin (17/3/2025).

Diketahui iuran warga berkaitan dengan kegiatan swadaya kurang lebih sudah mencapai 50 juta sejak tahun 2024.untuk penerangan lampu jalan menelan anggaran Rp5,5 juta,pos kamling di tiga titik menelan anggaran sekitar Rp 36 juta, pedelisasi menelan anggaran Rp 8,5 jt.

Semua dana itu murni bersumber dari iuran warga dan sumbangan para pemuda desa Nglebur, harapan warga semoga pemerintah desa lebih mau dan peduli untuk mendengarkan keluhan masyarakat.

Lebih lanjut, warga secara ikhlas menyisihkan uangnya demi mendapatkan akses jalan yang layak karena merasa pihak desa tidak memberikan perhatian.

Anggaran itu sudah di wujudkan bentuk fisik yaitu pembelian pedel, pembuatan pos kampling dan lampu jalan yang ada di poros jalan maupun gang di Desa Nglebur.

Perbaikan jalan pos kampling dan pemasangan lampu dengan swadaya masyarakat itu dilaksanakan mulai 02 febuari2024 hingga 17 Maret 2025 tanpa ada bantuan perangkat Desa Nglebur.

“Sudah 3 hari sejak Jumat 14/03/2025 hingga Minggu 16/03/2925 warga RT dan RW sini gotong royong bersama untuk perbaikan jalan dan pemasangan tiang dan lampu, perangkat desa ga enek sek bantu,nek usuli ya Yo tok tapi ora tau di tanggapi,ujar Lusi.

Lusi menceritakan, para warga kecewa karena mengetahui dana desa yang digulirkan pemerintah pusat lebih dari Rp 1 milyar per tahun. Namun, masih ada wilayah yang belum tersentuh pembangunan.

“Warga juga ada yang bilang, sudah beberapa kali saat MUSDES selalu mengajukan untuk perbaikan jalan, Namun, tidak pernah digubris, padahal pembangunan ini kewenangan Desa. Mereka sampai males bayar pajak, karena mereka merasa selama ini tidak diprioritaskan dalam program pembangunan desa,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pemerintahan