KABARBLORA.ID – Warga Kecamatan Ngawen akhirnya bisa sedikit lega. Jembatan Temuwoh yang selama ini rusak dan membahayakan karena diterjang banjir, segera dibangun ulang.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp9,3 miliar ini resmi dimulai secara fisik, Rabu (30/7/2025)
Rehabilitasi jembatan yang terletak di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora ini digarap oleh CV. Mulyo Joyo Berkah. Proyek diperkirakan akan rampung dalam 150 hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nizamudin Al Huda, menyampaikan, anggaran berasal dari APBD Blora 2025.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hari ini, dan pelaksanaan fisik akan dimulai Rabu besok,” jelas Huda, Senin (28/7/2025).
Sosialisasi proyek telah dilakukan pada Senin (28/7), bertepatan dengan peninjauan lokasi oleh tim teknis dari DPUPR.
Huda menambahkan, selama masa konstruksi berlangsung, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui jalur alternatif yang melewati Desa Karangtengah dan Srigading. Ini untuk menghindari kepadatan serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
Sebelumnya, Jembatan Temuwoh diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa bagian struktur jembatan rusak. Mulai dari amblesnya ujung jembatan, longsornya talud daratan, hingga kerusakan di struktur tengah.
Melihat kondisi itu, Pemkab Blora akhirnya memutuskan membongkar total jembatan lama, termasuk pilar-pilarnya. Nantinya, jembatan baru akan dibangun dengan lebar yang lebih luas dan konstruksi baja, menyerupai desain Jembatan Terusan Bojonegoro Blora (TBB).
Bupati Blora, Arief Rohman, juga sempat meninjau langsung kondisi jembatan beberapa waktu lalu.
Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat sekitar, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah Ngawen dan sekitarnya.












