KABARBLORA.ID – Utang PT PLN (Persero) terus meroket dan kini menyentuh angka fantastis. Data terbaru menyebutkan, utang perusahaan listrik negara itu bertambah sekitar Rp156 miliar setiap hari. DPR pun bereaksi keras.
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menilai kondisi keuangan PLN mencerminkan kegagalan manajemen, meski perusahaan ini selama ini disebut sebagai badan usaha monopoli yang mendapat banyak dukungan dari negara.
“PLN ini perusahaan monopoli, punya akses penuh ke fasilitas negara, tapi keuangannya justru babak belur. Ini keliru secara manajemen,” ujar Mufti melalui rilis media yang dikutip oleh Parlementaria, Senin (4/8/2025).
DPR Soroti Kinerja Dirut PLN
Tak hanya soal utang, Mufti juga mengkritik keras kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Ia menilai jajaran direksi bukan hanya gagal secara finansial, tapi juga telah mengabaikan tanggung jawab moral kepada publik.
“Kalau utang makin membengkak dan layanan ke rakyat makin buruk, sudah waktunya jajaran direksi dirombak total,” tegasnya.
Data: Utang Naik, Laba Turun
Berdasarkan data dari Center for Budget Analysis (CBA), total utang PLN naik tajam dari Rp655 triliun pada 2023 menjadi Rp711,2 triliun di 2024. Artinya, ada lonjakan sekitar Rp4,7 triliun per bulan atau Rp156,7 miliar per hari.
Dalam periode yang sama, laba PLN justru mengalami penurunan hingga Rp4,3 triliun.
Isu Perjalanan Pribadi Dirut PLN
Mufti Anam juga menyoroti adanya dugaan perjalanan pribadi Dirut PLN ke luar negeri yang menggunakan uang perusahaan. Isu ini makin memperkuat dorongan untuk mengevaluasi total kepemimpinan di tubuh PLN.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mendesak audit menyeluruh terhadap keuangan PLN dan reformasi manajemen secara total.
“Sudah waktunya PLN dibongkar, bukan hanya soal struktur keuangannya, tapi juga moral dan integritas pimpinannya. Kita ingin BUMN itu bekerja dengan akhlak, bukan akal-akalan,” tegas Mufti.












