KABARBLORA.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, ST, menyoroti salah satu isu krusial dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) saat rapat kerja bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menurutnya, keberhasilan program ini tak hanya bergantung pada besaran anggaran, tetapi juga kesiapan tenaga verifikator dan fasilitator lapangan.
Tahun ini, BSPS mendapat sorotan karena pagu anggaran melonjak hingga 773,5 persen. Kenaikan signifikan tersebut dinilai harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia yang terlibat langsung di lapangan agar mutu rumah yang dibangun tetap terjaga.
Dalam forum tersebut, Saadiah mengingatkan pentingnya keseimbangan antara besaran program dan kesiapan tenaga pendukung.
“Kenaikan anggaran harus diikuti dengan penambahan tenaga verifikator, fasilitator, dan tenaga teknis yang memadai. Jangan sampai volume program naik, tetapi tenaga pendukungnya tidak siap. Ini akan berdampak pada kualitas rumah yang dibangun,” ujarnya.
Ia memaparkan, verifikator berperan memastikan kelayakan penerima, ketepatan data, kualitas material, hingga kepatuhan teknis dalam proses rehabilitasi rumah.
Kekurangan tenaga di posisi ini, kata Saadiah, sering berkontribusi pada berbagai kendala di lapangan.
Menurutnya, kondisi ini terutama terasa di wilayah kepulauan seperti Maluku, di mana lokasi rumah penerima BSPS tersebar jauh.
“Di Maluku, rumah-rumah penerima BSPS tersebar di pulau-pulau kecil. Jika tenaga verifikasi terbatas, maka proses pengecekan akan lambat dan kualitas pekerjaan bisa tidak terawasi dengan baik,” sambungnya.
Saadiah menekankan bahwa kebutuhan tenaga teknis perlu dipetakan ulang berdasarkan karakter geografis setiap daerah. Terlebih di wilayah 3T, proses distribusi material dan pengawasan teknis sangat bergantung pada akses transportasi laut.
“Penambahan pagu tanpa penambahan tenaga verifikasi berpotensi membuat program ini tidak tepat waktu, bahkan bisa menghambat masyarakat yang seharusnya segera mendapatkan rumah layak huni,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan tenaga verifikasi bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi menyangkut keamanan dan kenyamanan warga yang akan menempati rumah tersebut.
Menutup penyampaiannya, Saadiah berharap kementerian segera melakukan rekrutmen atau menambah penugasan tenaga lapangan sesuai skala kenaikan pagu tahun ini.












