BLORA, KabarBlora.id Kementerian Pertanian RI mengalokasikan 122.500 ton pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, kopi dan tebu.
Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Blora (DP4) mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk 16 kecamatan di Kabupaten Blora. Misalnya di Kecamatan Randublatung untuk Urea sebanyak 8.585.706 kg, NPK 6.270.817 kg dan Organik 943.915 kg.
“Kecamatan Cepu 2.573.326 kg Urea, NPK ada 1714403 dan Organik,” 536.934 kg,” ungkap Kabid Sarpras Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Blora, Sukandar saat dihubungi, pada Minggu (26/1/2025).
Kepala bidang (Kabid) sarana prasarana (Sarpras) DP4 Blora, Sukandar mengatakan, ada tiga jenis alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 ini. Yaitu Urea 67.500 ton, NPK 50.000 ton dan pupuk organik sebanyak 5.000 ton dengan jumlah keseluruhan mencapai 122.500 ton.
Untuk harga eceran tertinggi (HET), Sukandar menjelaskan untuk Urea Rp.2.250/kg atau Rp.112.500/sak @50 kg, NPK Rp.2.300/kg atau Rp.115.000/sak dan pupuk Organik Rp.800/kg atau Rp.40.000/sak.
Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Blora (DP4) bertugas menyampaikan usulan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) kepada Kementerian Pertanian (Kementan) yang direncanakan oleh kelompok tani (Poktan) dan mengalokasikannya sesuai yang diberikan Kementan di Kabupaten Blora.
Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Blora, berharap para petani ini dapat menggunakan pupuk secara seimbang, maksimal 2 hektare sesuai dengan luas lahan yang diusulkan, membeli pupuk sesuai HET dan tidak melebihi RDKK yang diusulkan.
“Iya harapannya petani dapat menggunakan pupuknya dengan baik, karna jatah pupuk sudah di berikan sesuai RDKK dan sesuai aturan” ujarnya.
Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Blora (DP4) mengajak para petani dalam mewujudkan ketahanan pangan untuk meningkatkan produktivitas dan komoditas pertanian, serta menjaga stabilitas harga dan peredaran di tahun 2025.
“Para petani kita ajak untuk meningkatkan produktivitas dan komoditas dalam mewujudkan ketahanan pangan, dan tentunya sangatlah strategis. Sumber pangan pokok yang berdampak pada inflasi,” pungkasnya. (Helmi)












