Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Lawan Arus Modern, Perajin Gembol Jiken Blora Tembus Pasar Ekspor

badge-check


					Perajin di Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora justru tetap setia mengukir seni dari akar kayu jati. Foto Blorakab.go.id. Perbesar

Perajin di Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora justru tetap setia mengukir seni dari akar kayu jati. Foto Blorakab.go.id.

KABARBLORA.ID, Blora – Di saat produk mebel modern dari bahan pabrikan makin mendominasi pasar, para perajin di Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora justru tetap setia mengukir seni dari akar kayu jati.

Bahan yang biasa disebut gembol itu mereka sulap jadi meja, kursi, hingga karya seni bernilai tinggi.

Salah satu perajin, Sekti Giantoro, menyebutkan bahwa setiap karya gembol bukan sekadar furnitur, tapi juga mengandung nilai seni yang khas dan unik.

“Produk ini tidak hanya menonjol dari segi keindahan, tetapi juga memiliki nilai seni dan keunikan yang tinggi,” kata Sekti saat ditemui di bengkelnya, Kamis (26/6/2025).

Harga jualnya cukup beragam. Untuk produk besar bisa tembus Rp10 juta, ukuran sedang sekitar Rp8 juta, dan produk kecil dibanderol mulai dari Rp1 juta.

Soal waktu pengerjaan, Sekti mengaku tak bisa instan. Untuk karya ukuran besar, prosesnya bisa menghabiskan waktu sebulan.

Menariknya, pemasaran tidak lagi konvensional. Sekti dan perajin lain memanfaatkan Facebook untuk promosi. Lewat platform itu, karya mereka sudah melanglang buana hingga luar negeri.

“Untuk bahan baku, kami beli dari pengepul gembol. Jadi akar-akar jati yang sudah tidak terpakai bisa kami olah jadi barang bernilai tinggi,” ujarnya.

Selain Sekti, ada pula Asnawi dan beberapa perajin lain di Jiken yang aktif mempertahankan tradisi ini. Mereka bukan hanya berkarya, tapi juga menjaga warisan lokal agar tetap hidup di tengah gempuran globalisasi.

Gembol yang dulu dianggap limbah kini berubah jadi karya ekspor, bukti bahwa desa juga bisa mendunia dengan sentuhan kreatif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Ekonomi