KABARBLORA.id, BLORA – Ratusan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok dan Semanggi kecewa berat, lantaran penerbitan izin perpanjangan tak kunjung datang.
Padahal Pemerintah Kabupaten Blora sudah beberapa kali mencoba membantu permasalahan perizinan yang ada antara para penambang, PT BPE Blora dan Pertamina Cepu.
Buktinya rapat koordinasi pengelolaan sumur tua yang digelar Pemkab Blora dengan mengundang stake holder terkait pada Kamis, 8/5/2025 siang tak memberi angin segar bagi para penambang.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyebut ada dua poin utama yang mengemuka dalam rapat.
“Hasil kesimpulan rapat, solusi yang diminta penambang tidak bisa dikabulkan karena bertentangan dengan regulasi. Jika dilanggar, otomatis akan kena sanksi,” tegas Budhe Rini, sapaan akrabnya diruang Sekda Blora.
Sebagai langkah lanjut, kata dia, Pemkab akan bersurat ke Menteri ESDM dan menggelar audiensi bersama Muspida untuk mendorong percepatan penerbitan izin.
“Ini malam konsep langsung di buat, besok kita konsultasikan ke Pak Bupati dan kita sama – sama ketemu di Semarang,” tegasnya.
Menurut Budhe Rini, masyarakat penambang sumur tua sangat berharap ijin segera terbit karena stok barang sudah menumpuk.
Para penambang tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Mereka terjepit antara regulasi dan realita. Stok minyak mentah menumpuk, perut lapar tak bisa ditunda.
Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL), Daryanto yang mewakili para penambang Ledok mengaku kecewa, ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya lantaran hasil rapat tidak menghasilkan Keputusan apapun.
Ia mengatakan para penambang terjepit antara regulasi dan realita, karena stok minyak mentah menumpuk, tapi perut lapar tak bisa ditunda, lantaran tidak bisa menjual.
“Sudah tiga bulan kami tidak bisa kerja. Ada 731 penambang yang menggantungkan hidup di sumur tua Ledok. Kami ingin segera kerja, dapat duit, dan bisa makan,” ujar Daryanto.
Keluhan serupa datang dari Kepala Desa Ledok, Sri Lestari. Ia menyebut hasil rapat tak memuaskan dan belum menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Belum ada solusi. Kami masih menunggu. Tapi hasil rapat ini belum memuaskan,” Pungkasnya.












