KABARBLORA.id, BLORA – Acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Blora yang dilaksanakan di Rutan Kelas II B Blora, berlangsung khidmat dan penuh haru. Senin, (26/5/2025).
Sertijab pimpinan baru, yaitu Budi Hardiono sebagai Kepala Rutan Kelas II B Blora yang lama menyerahkan tongkat kepemimpinannya kepada Sugito, yang sebelumnya menempati posisi sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KA KPR) Blora.
Sementara Budi Hardiono promosi menjadi Kepala Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Kelas II B Sukabumi.
Disinggung mengenai rencana kerja dan program di Rutan Kelas II B Blora, Sugito mengatakan akan membenahi semua lini termasuk perbaikan keamanan dan kedisiplinan baik itu pegawai rutan maupun Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di dalam Rutan Blora.
“Rutan Blora mempunyai program, yaitu sesuai 13 akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa kita harus membantu pemerintah dalam ketahanan pangan. Bertujuan untuk WBP dan keluarganya, supaya keluarganya dapat hidup layak seperti masyarakat lainnya,” Ujarnya.

Sertijab Kalapas Blora di Rutan Kelas II B Blora Senin 26 mei 2025
“Dalam bidang keamanan kami akan bekerjasama dengan Polres maupun Kodim untuk melakukan deteksi dini, dengan penggeledahan-penggeledahan ke Blok-Blok dan kita juga bekerjasama untuk latihan menembak dan lain-lain, agar Rutan Blora tetap kondusif tidak ada permasalahan,” tambahnya.
Sugito menjelaskan bahwa Rutan Blora anti narkoba, anti HP dan anti pungli. Ia berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang dicita citakan oleh Menteri.
Sugito mengatakan bahwa posisi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KA KPR) di Blora akan ditempati oleh Hernawan dari Kebumen, Jawa Tengah dan akan dilantik besok, Selasa (27/5/2025).
“Pejabat yang akan mengganti saya pak Hernawan dari Kebumen. Pak Hernawan menempati Kepala KPR Rutan Blora,” Ujarnya.
Sementara itu, Budi Hardiono, Ka Lapas Sukabumi dan mantan Ka Rutan Blora, disinggung terkait kesan saat menjabat di Blora, sudah berjalan dengan baik.
“26 Mei sekarang, kami berakhir tugas di Blora. Semua yang kami jalani di Blora dengan didampingi Pak Gito dulu sebagai Ka KPR, sekarang Alhamdulillah jadi Ka Rutan Blora, dan semoga dengan Ka KPR yang baru nanti semua berjalan dengan baik,” ucapnya.
Budi Hardiono menilai Forkopimda Blora sangat luar biasa, pegawai Rutan Blora juga sangat solid, maka dari itu wajar apabila Rutan Kelas II B Blora mendapatkan penghargaan.
“Buktinya kami WBK (Wilayah Bebas Korupsi). Itu langsung pak Menteri menyerahkan plakatnya bahwa Rutan Kelas IIB Blora layak WBK. Itu tidak mudah,” Pungkas Budi Hardiono.












