Menu

Mode Gelap

Pemerintahan

Program Balik Rantau Gratis, 100 Warga Blora Kembali ke Jabotabek

badge-check


					Bupati Blora, Arief Rohman melepas Para perantau di program Balik Rantau Gratis 2025 Yang di selenggarakan oleh Pemkab Blora bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Perbesar

Bupati Blora, Arief Rohman melepas Para perantau di program Balik Rantau Gratis 2025 Yang di selenggarakan oleh Pemkab Blora bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

KABARBLORA.id BLORA – Sebanyak 100 orang warga Blora mengikuti Program Balik Rantau Gratis 2025 yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Blora bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dengan menumpang dua bus gratis dari Pemerintah Kabupaten Blora. Mereka dilepas Bupati Blora, Arif Rohman, di depan Rumah Dinasnya menuju kota Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Arief Rohman menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Program Balik Rantau Gratis 2025. Program tersebut merupakan upaya pemerintah, untuk membantu warga Blora kembali bekerja di ibukota Jakarta.

“Ini adalah program inisiatif Pak Gubernur yang bagus. Ketika Mudik dari Taman Mini dilepas oleh beliau. Nah ini sekarang para perantau kembali ke Jabodetabek. Blora kebetulan ada dua bus, yang nanti bergabung dengan rombongan yang lain,” ujar Arif, seusai melepas rombongan perantau.

Arief berharap, program tersebut dapat dilaksanakan rutin setiap tahun, karena dapat membantu meringankan biaya pulang kampung para perantau Blora, dari dan ke wilayah Jabodetabek.

Bupati Blora, Arief Rohman memberikan sambutan sebelum para pemudik dilepas keberangkatan pada program Balik Rantau Gratis 2025

“Semoga dapat bermanfaat untuk para perantau dari Blora. Semoga nanti anggaran kita membaik, sehingga (program ini) dapat kita tingkatkan dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,” jelasnya.

Kepala Sub Koordinator Angkutan Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Ngadiyanto, menjelaskan, Pemkab Blora sudah mengikuti Program Mudik Gratis sejak lima tahun lalu, sedangkan program Balik Rantau Gratis baru diikuti tahun ini.

Ditambahkan, sebanyak dua unit armada bus pariwisata digunakan untuk mengangkut para peserta Balik Rantau Gratis, dengan lima orang kru bus ditugaskan di kedua bus tersebut. Bus pariwisata dipilih, dengan alasan kondisi bus masih bagus.

“Kemarin kita sudah rampcheck kondisi bus, dengan Lantas dan Dishub. Jadi, kriteria dari provinsi kan usia bus untuk mudik gratis dan balik Rantau tidak boleh lebih dari 10 tahun. Kita pakai bus pariwisata. Ini bus baru, laik jalan,” ujarnya.

Selain pengecekkan kondisi bus, para kru bus juga dipastikan dalam kondisi sehat. Mereka diwajibkan untuk mengikuti cek kesehatan di lokasi pemberangkatan.

“Ada lima orang kru yang ditugaskan, satu bus ada yang dua ada yang tiga (orang). Jadi kalo driver-nya kelelahan, ada penggantinya. (Mereka) dicek kesehatannya untuk menjamin safety (keselamatan) penumpang. Pemegang setir itu orangnya harus fit, sehat. Setiap empat jam harus ganti sopir,” bebernya.

Ngadiyanto memperkirakan, rute Blora-Jakarta akan ditempuh dalam waktu sekitar 10 jam, dengan rute Blora-Purwodadi-Semarang. Lalu, rombongan melalui tol Semarang-Jakarta. Selama perjalanan, peserta memperoleh bekal makanan kecil dan nasi kotak sebagai bagian dari fasilitas program.

“Selanjutnya ke Pulo Gebang dan terakhir di Pulo Gadung. Kemarin penumpang ada yang minta turun di Pulo Gadung,” katanya.

Salah seorang peserta Balik Rantau Gratis, Sumarni, menuturkan, dia sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Terlebih, suaminya bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta, sehingga pendapatannya bisa dihemat untuk keperluan lain daripada untuk biaya mudik ke kampung halamannya.

“Lumayan ikut ini, keluarga saya banyak, ada lima orang. Jadi, ikut program ini bisa agak ngirit, lumayan membantu,” ungkapnya.

Warga Kecamatan Kunduran tersebut bercerita, baru tahun ini ia mengikuti program mudik dan balik gratis dari pemerintah.

“Tujuannya di Pondok Gede. Saya sudah 17 tahun tinggal di Jakarta. Baru ikut tahun ini. Kemarin daftarnya dibantuin saudara saya karena harus online,” kata Sumarni.

Dia berharap, program tersebut bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang, dengan jumlah kuota peserta yang lebih banyak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pemerintahan