BLORA. KABARBLORA.ID – Suasana hangat terasa di Resto Dolan Kampung Samin pada Sabtu Wage, 8 November 2025.
Sejak pukul 10.30 WIB, puluhan warga yang berasal dari Randublatung berkumpul dalam acara Temu Kangen Ngranduan, ajang silaturahmi yang diikuti mayoritas peserta lanjut usia.
Istilah Ngranduan sendiri merujuk pada sebutan bagi warga asal Randublatung. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan yakni melepas rindu dan mempererat persaudaraan.
Pemrakarsa kegiatan, Priyanto, seorang pengusaha kelapa sawit yang kini berdomisili di Jakarta, menegaskan bahwa acara ini murni untuk silaturahmi tanpa embel-embel lain.
“Kegiatan ini full hanya untuk kangen-kangenan, tidak ada unsur politik maupun bisnis,” ujar Priyanto yang berasal dari Dukuhan Kedung Jambu, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
Selain Priyanto, sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Istiqomah Tomo, pengusaha asal Desa Kamolan, Eksan Affandi, Susanto bersama istrinya Nunuk Herawati, Teguh mantan Camat Kunduran, Hang yang datang bersama temannya, seorang pensiunan hakim tinggi bernama Budi, serta Tyas Wahyuningsih bersama suaminya Gundala.
Ketua panitia, Eko, seorang pensiunan guru dari Bojonegoro, menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai sosial yang besar.
“Silaturahmi ini mempunyai nilai yang tinggi,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Bukit Efendi, yang istrinya Prita berasal dari Randublatung, menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, terutama bagi para lansia.
“Silaturahmi memiliki peran yang sangat penting bagi para lansia, baik dari segi sosial, psikologis, maupun kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, silaturahmi memberikan banyak manfaat, antara lain menjaga kesehatan mental, mengurangi depresi dan kesepian, serta meningkatkan kebahagiaan. Interaksi sosial juga merangsang fungsi otak dan membantu mempertahankan daya ingat.
Selain manfaat psikologis, hubungan sosial yang baik juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Beberapa penelitian menyebut, interaksi positif dapat memperkuat sistem imun dan mendorong lansia tetap aktif secara fisik.
Silaturahmi juga memperluas dukungan sosial, baik dalam bentuk bantuan praktis seperti transportasi dan perawatan, maupun dukungan emosional yang membantu menghadapi masa tua dengan lebih tenang.
Tak hanya itu, kegiatan sosial seperti ini dapat menjaga identitas dan harga diri para lansia. Melalui pertemuan semacam Ngranduan, mereka merasa tetap memiliki peran sosial di masyarakat dan mendapat validasi diri dari teman sebaya.
Efendi menambahkan, interaksi aktif juga dapat menurunkan risiko demensia karena otak terus terlatih melalui percakapan dan aktivitas mental ringan.












